Tangkapan layar video seorang wanita yang menangis histeris di bahu Jalan Raya Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Selasa, 06 Oktober 2026. 


SIDOARJO, PojokPerkoro.Com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang wanita menangis histeris di tengah jalan Raya Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 


Wanita berusia sekitar 20 tahunan itu diketahui berasal dari Pandeglang, Banten. 


Peristiwa itu terjadi pada Senin, 05 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. 


Kanit Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Celvin Ferdinando Samosir mengatakan, petugas awalnya mendapat laporan dari warga terkait keberadaan seorang wanita di tengah Jalan Raya Waru. 


"Wanita itu berdiri di tengah jalan seperti menghalang-halangi pengendara roda dua maupun roda empat," ujar Celvin kepada wartawan, Selasa, 06 Oktober 2026. 


Petugas kemudian mendekati wanita tersebut secara perlahan. Polisi membujuknya agar menepi ke bahu jalan. Namun setelah berada di tepi jalan, wanita itu masih menangis histeris. 


Saat diajak berkomunikasi, wanita tersebut mengaku berasal dari Pandeglang, Banten. Namun dia tidak bersedia menyebutkan identitasnya. 


"Kami tanyai namanya siapa juga tidak mau menyebutkan, seperti depresi berat," kata Celvin. 


Petugas kemudian tidak memaksanya untuk berbicara lebih jauh. Polisi memberikan waktu kepada wanita tersebut untuk menenangkan diri. Petugas juga memberinya minum. 


Sekitar lima menit kemudian, kondisi wanita tersebut mulai lebih tenang. Dia kemudian meminta diantar ke masjid terdekat dengan alasan hendak menghubungi keluarganya. 


"Karena takut menyinggung dan membuat wanita tersebut bergerak semakin ekstrem akhirnya petugas memberikan waktu untuk menenangkan diri sekaligus memberinya minum," ujar Celvin. 


Polisi selanjutnya mengantarkan wanita tersebut ke Masjid Besar Al Hidayah, Gedangan.


"Kami hanya menuruti permintaannya yaitu minta diantar Masjid terdekat," ujarnya. 


Sementara itu penjaga masjid, Galang mengatakan, wanita tersebut tiba dalam kondisi masih terlihat ketakutan. Karena khawatir kondisinya kembali tidak terkendali, dia memilih tidak banyak mengajaknya berbicara. 


"Wanita tersebut tampak ketakutan. Saya gak sempat ajak ngobrol takut, nekat lagi," ujar Galang. 


Sekitar pukul 09.00 WIB, kerabat wanita tersebut dari Surabaya datang menjemput menggunakan sepeda motor. 


"Kerabatnya dari Surabaya nyusul naik motor menjemput," pungkasnya. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama