![]() |
| Koptu MT yang pakai seragam jenderal di Bandara Juanda (Foto: Istimewa) |
SIDOARJO, PojokPerkoro.Com - Seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Kopral Satu (Koptu) diamankan petugas pengamanan Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), setelah kedapatan mengenakan seragam dinas lapangan (PDL) dengan tanda pangkat jenderal.
Anggota TNI bernama M. Teguh Iman Syah itu diamankan pada Senin, 02 November 2026, saat hendak terbang ke Palembang menggunakan pesawat Lion Air JT 856 rute Surabaya-Palembang.
Peristiwa tersebut kemudian viral setelah videonya beredar di media sosial.
Diketahui, Teguh tiba di Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 08.00 WIB bersama dua orang yang disebut sebagai keluarganya.
Setelah melakukan check-in, Teguh didampingi petugas menuju lantai dua untuk menjalani pemeriksaan keamanan dan dokumen penerbangan.
Namun, petugas mencurigai penampilannya karena seragam PDL yang dikenakan Teguh memperlihatkan tanda pangkat jenderal TNI.
Petugas kemudian meminta Teguh menunjukkan kartu identitas. Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Teguh merupakan anggota aktif TNI AD berpangkat Koptu yang bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo.
Petugas pengamanan kemudian menghubungi Posko Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda untuk meminta pendampingan.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, Teguh diserahkan kepada Koramil Sedati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo, Letkol Arh Muhammad Ansyari membenarkan bahwa Teguh merupakan anggotanya dengan pangkat Koptu.
Menurut Ansyari, Teguh hendak pulang ke Palembang untuk menemui istri dan anaknya.
"Berangkat dari rumahnya karena sehari-harinya tinggal dengan saudaranya ataupun orang tuanya di wilayah Sidoarjo," ujarnya, Rabu, 04 November 2026.
Ansyari menjelaskan, Teguh diamankan oleh anggota yang sedang bertugas di Bandara Juanda karena mengenakan seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Seragam tersebut, kata dia, memperlihatkan tanda pangkat bintang empat. Selain itu, terdapat tulisan "TNI ADU" dan atribut bertuliskan "Darat Laut Udara".
Ansyari mengatakan, selama ini Teguh menjalankan tugas rutin di kesatuannya dan tidak mendapat pekerjaan berat.
"Jadi, melaksanakan kegiatan pembersihan dan lain sebagainya. Sampai dengan sejauh ini kondisi aktivitas maupun melaksanakan kegiatan secara rutin," ujarnya.
Ansyari juga mengungkapkan bahwa kondisi Teguh mengalami perubahan setelah ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu.
"Namun, pada kondisi setelah orang tuanya kurang lebih beberapa waktu ke belakang meninggal, itu kondisi kejiwaannya semakin memburuk. Jadi, beban pikirannya semakin bertambah semenjak ditinggal oleh ibunya pada saat itu," pungkasnya. (*/red)

Posting Komentar