Polisi segel SPBU di Jalan Teungku Umar di Keluarga Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates Jember Jawa Timur, Sabtu, 14 Maret 2026. 


JEMBER, PojokPerkoro.Com - Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Teuku Umar, Tegal Besar, Jember, Jawa Timur (Jatim) disegel setelah terindikasi terlibat dalam aksi pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. 


Sebanyak kurang lebih 4.000 liter solar dilaporkan diangkut secara ilegal menggunakan sebuah truk. 


Dugaan pencurian itu terjadi pada dini hari. Sebuah truk diketahui mengisi solar di SPBU tersebut dengan membawa galon. Saat dipergoki warga, sopir truk langsung melarikan truk tersebut. 


"Ada dugaan penyalahgunaan BBM ya, dari subsidi ke non-subsidi. Kami sepakat nanti untuk sementara SPBU ini akan kita segel dulu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, Sabtu, 14 Maret 2026. 


Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap sopir truk yang terlibat pencurian BBM tersebut. Sejumlah petugas SPBU juga tengah dimintai keterangan. 


Ferry menambahkan, pihaknya berkomitmen akan mengusut tuntas siapa saja aktor di balik penyelewengan ini. 


Dia menekankan bahwa BBM subsidi harus jatuh ke tangan masyarakat yang berhak. 


"Bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu," tegasnya.


Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyu Dianas menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum yang diambil. 


Meskipun SPBU itu berada di jalur alternatif, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. 


"Ini nanti sudah diarahkan dari pihak Kapolres untuk melakukan mitigasi dari sisi data pendukung untuk melakukan penyelidikan, agar proses hukumnya dapat dilaksanakan secara komprehensif," tuturnya. 


Wahyu menambahkan, kewenangan penanganan kasus ini kini sepenuhnya berada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH). Karena barang bukti telah keluar dari area SPBU.


"Fungsi kami dengan Pertamina Patra Niaga pastinya sepakat untuk disegel sambil proses untuk penyelidikan lebih lanjut, sampai nanti ada panggilan dari pihak kepolisian," pungasnya.


Terpisah, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Hariyadi meminta SPBU tersebut ditutup. 


Menurutnya, ribuan liter solar yang dicuri merupakan hak masyarakat kecil yang disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. 


"Bayangkan sekitar 4.000 liter diangkut truk yang kabur itu. Harusnya diperuntukkan untuk masyarakat, untuk nelayan, atau masyarakat yang memang menjadi sasaran," ujarnya. 


Bambang secara tegas meminta PT Pertamina untuk mencabut izin operasional SPBU tersebut karena dianggap telah memfasilitasi tindak pidana pencurian BBM. 


Untuk menjaga ketersediaan BBM bagi warga sekitar, dia menghimbau masyarakat untuk beralih ke SPBU terdekat, yakni di jalan Basuki Rahmat. 


"Karena SPBU ini sudah melakukan pencurian, saya minta ke Pertamina SPBU ini kita tutup. Tidak boleh beroperasi sampai penyidikannya jelas. Tapi semua kuotanya kita alihkan ke situ (SPBU terdekat)," ujarnya. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama