BANGKALAN, PojokPerkoro.Com - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama Komunitas Jurnalis di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), mengecam keras dan mendesak pencopotan Ketua Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan, H. Abdul Munib. 


Perselisihan ini dipicu oleh dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran organisasi. 


Dugaan Penyimpangan Dana Anggota


Aksi protes dari gabungan LSM dan Wartawan ini berangkat dari keluhan para anggota guru terkait kenaikan iuran wajib. 


Pihak media dan LSM menilai, pengurus PGRI Bangkalan tidak transparan mengenai rincian alokasi dan penggunaan dana yang terkumpul. 


Hingga saat ini, pihak eksternal terus menyoroti dan menuntut kejelasan laporan keuangan demi menjaga integritas organisasi profesi guru tersebut. 


​Respons Ketua PGRI yang memicu kontroversi​ ketegangan semakin memuncak setelah Ketua PGRI Bangkalan, Abdul Munib memberikan tanggapan atas kritik tersebut. 


Pernyataan yang dikeluarkannya dinilai menyinggung dan menyudutkan profesi Jurnalis serta LSM yang tengah menjalankan fungsi kontrol sosial mereka. 


​Akibat tanggapan kontroversial tersebut, gabungan LSM dan Wartawan meminta agar permasalahan ini diusut secara profesional dan transparan agar terang benderang di mata publik. 


LSM dan Wartawan Mengecam Keras


Ketua PGRI Bangkalan H. Abdul Munib didesak dicopot dari jabatannya. 


Adanya dugaan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran, kenaikan iuran guru yang tidak jelas peruntukannya, serta pernyataan Ketua PGRI yang dinilai menyinggung wartawan dan LSM, Kabupaten Bangkalan, Madura. 


Saat pernyataan tersebut dirilis, konflik mencuat setelah media melakukan kontrol sosial terkait anggaran, yang kemudian direspons secara kontroversial oleh Ketua PGRI, memicu desakan dari LSM dan Pers agar kasus ini diselesaikan secara profesional. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama