![]() |
| Kapolres Blitar AKBP Rivanda. |
BLITAR, PojokPerkoro.Com – Kepolisian Resor (Polres) Blitar membantah kabar yang beredar tentang terjadinya penganiayaan yang dilakukan Wakapolres Blitar, Kompol AK, terhadap ajudannya Bripda A, pada 2 Juni 2026 lalu.
Kabar tersebut bersumber dari pesan berantai melalui WhatsApp yang berbunyi, "Info dari sumber. Kejadian penganiayaan Selasa, ajudan mengalami luka-luka dan patah tulang hidung. Ajudan Bripda Andre kesatuan Sabhara. Pagi tadi Paminal dan Provos meminta keterangan. Untuk lebih lanjutnya langsung kontak Kapolres atau Kasi Humas".
Kapolres Blitar, AKBP Rivanda mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan sejak Kamis malam, 04 Juni 2026, namun kabar tersebut tidak terkonfirmasi.
“Sudah saya cek dari semalam terkait isu tersebut, tapi sampai detik ini tidak ada sesuai info tersebut nih,” kata Rivanda melalui pesan tertulis kepada awak media, Jumat, 05 Juni 2026.
Rivanda juga mengaku telah menemui ajudan yang dikabarkan menjadi korban penganiayaan, tetapi Bripda A dalam keadaan sehat.
“Karena saya bertemu langsung dengan obyek yang diisukan nih dan ini yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat dan tidak dalam perawatan medis seperti yang diisukan,” ujarnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Margono Suhendra menambahkan bahwa Kapolres Blitar AKBP Rivanda telah merespons kabar tersebut dengan meminta konfirmasi langsung kepada Kompol AK dan dua ajudannya termasuk Bripda A.
"Pak Kapolres sudah meminta konfirmasi langsung ke Pak Waka. Dua ADC (aide-de-camp) juga sudah dipanggil satu per satu,” kata Margono kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat.
“Bahkan, sudah dipertemukan. Tapi (hasilnya) tidak ada penganiayaan itu,” imbuhnya.
Menurut Margono, kabar terjadinya penganiayaan tersebut telah beredar sejak dua hari terakhir, tetapi Kapolres baru dapat melakukan penelusuran di internal Polres Kamis malam. (*/red)

Posting Komentar