Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.  


SURABAYA, PojokPerkoro.Com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah atau janji jabatan 128 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. 


Pelantikan tersebut digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis, 26 Maret 2026. 


Pelantikan itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026. 


Khofifah dalam sambutannya menyampaikan bahwa para Kepsek memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.


"Panjenengan diberikan otoritas untuk mengelola SDM di SMA, SMK, dan SLB. Dari tangan panjenengan (Anda) inilah akan lahir generasi yang siap menjemput Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi," tuturnya. 


Khofifah menegaskan, jabatan Kepsek bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa. 


"Ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi amanah besar untuk menyiapkan generasi masa depan. Di tangan panjenengan-lah anak-anak kita dibimbing menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global," ujarnya. 


Khofifah juga mengatakan, Kepsek harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah.


"Kepsek hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Harus inovatif, kreatif, responsif terhadap perubahan, sekaligus menjadi role model," ujarnya. 


Dia menjelaskan, kemampuan mengelola potensi sekolah secara cepat, tepat, dan terarah menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. 


Dengan kepemimpinan yang kuat, seluruh elemen sekolah diharapkan dapat bergerak selaras untuk mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik. 


Dalam konteks penguatan ekosistem pendidikan, Khofifah juga mendorong pentingnya komunikasi yang intensif serta kolaborasi dengan berbagai pihak. 


"Bangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah," ujarnya. 


Dia mencontohkan, keberhasilan sejumlah sekolah di Jatim yang mampu berkembang pesat melalui kemitraan strategis dengan industri, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.


Khofifah juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.


"Pastikan anak-anak kita secara psikologis dalam keadaan baik. Bangun persaudaraan yang kuat, sehingga tidak ada ruang bagi bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah," pungkasnya.


"Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. Karena itu, hindari pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan," tambahnya. 


Khofifah juga menegaskan, Pemprov Jatim terus memperkuat pembinaan manajemen pendidikan melalui penataan, mutasi, dan promosi kepala sekolah secara terencana dan terukur. 


"Ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Promosi adalah bentuk apresiasi, sementara penataan dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan semakin efektif dan merata," tuturnya. 


Khofifah mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus menjaga capaian prestasi sekaligus memperkuat harmoni di lingkungan sekolah. 


Dia pun menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh yang hadir. 


"Kita semua berharap panjenengan kuat, sabar, sukses, dan penuh keberkahan dalam menjalankan amanah ini. Mari kita jaga prestasi pendidikan Jatim agar tidak kendor, bahkan terus meningkat," ujarnya. 


"Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah Mohon maaf lahir dan batin, semoga seluruh ibadah kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua," tutupnya. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama