SUMENEP, PojokPerkoro.Com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah pegawai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendikia Waskita di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), yang berkaraoke dan menyawer di dalam dapur, Selasa, 07 April 2026. 


Dalam video berdurasi sekitar 1,6 menit itu, terlihat beberapa pegawai, yang mayoritas perempuan, berjoget sambil bernyanyi dengan iringan musik dari speaker. Mereka tampak menari di salah satu ruangan dapur. 


Tak hanya itu, sejumlah pegawai juga terlihat memperagakan aksi nyawer uang dengan pecahan Rp 100 ribu. 


Aksi tersebut dilakukan di tengah suasana saat kegiatan pemorsian menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 


Tampak para pegawai yang terekam masih mengenakan kaus biru berlogo BGN. Sebagian di antaranya juga masih memakai penutup kepala, yang biasa digunakan saat bekerja di dapur. 


Asisten lapangan dapur SPPG Cendikia Waskita, Ardiansyah, membenarkan video yang beredar tersebut. 


"Video itu direkam Senin, 06 April 2026 kemarin," ujara kepada wartawan, Selasa, 07 April 2026. 


Kegiatan itu, kata dia, terjadi setelah para pegawai menyelesaikan pekerjaan mereka di bagian memasak. 


"Kejadiannya itu setelah bekerja, jadi penat lah. Mungkin refreshing lah, kayak gitu Mas," ujarnya. 


Menurutnya, pegawai yang berjoget merupakan tim memasak yang telah selesai bertugas. 


Sementara itu, tim lain masih bekerja di bagian pemorsian makanan. 


"Itu kan tim masak kita kan, itu selesai. Itu posisi sedang packing menu, tim pemorsian. Yang joged itu tim masak," ujarnya. 


Ardiansyah juga mengatan, aktivitas karaoke itu dilakukan di ruangan yang berbeda dengan area kerja tim pemorsian. 


"Itu kan beda ruang, jadi saat kejadian itu, itu posisi kegiatan, itu tim pemorsian yang sedang itu (bekerja). Tapi beda ruang kan. Mereka habis masak, kemudian itu (karaoke)," tuturnya. 


Terkait aksi sawer uang, Ardiansyah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal uang tersebut. 


Namun, kata dia, kebiasaan menyawer saat bernyanyi merupakan hal yang umum di wilayah Kangayan. 


"Kurang tahu (asal uang itu), cuma itu kayak budaya Kangeyan. Itu merupakan kebiasaan kita. Bukan maksud pamer-pamer dan lain sebagianya bukan," ujarnya.


"Pokoknya saya kurang tahu itu uangnya dari mana, Mas," imbuhnya. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama