![]() |
| Lokasi pabrik PT JPN yang berdekatan langsung dengan lokasi bangunan sekolah SMPN 4 Jombang. |
JOMBANG, PojokPerkoro.Com — Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 4 Jombang terganggu diduga akibat pencemaran limbah cair usaha pengolahan ayam.
Bau busuk dan menyengat membuat sejumlah siswa mual hingga muntah-muntah, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa dan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi daring.
Aroma tidak sedap yang berasal dari fasilitas pengemasan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (PT JPN) di samping bangunan sekolah memuncak dalam tiga hari terakhir.
Kondisi tersebut memicu protes keras dari pihak sekolah dan wali murid, hingga mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Kepala Sekolah SMPN 4, Slamet Agus Tri Prastyo mengungkapkan bahwa bau menyengat tersebut sebenarnya sudah mulai terasa beberapa hari sebelumnya.
Puncaknya terjadi pada hari ketiga ketika aroma busuk yang mirip limbah organik memapar area ruang kelas.
"Siswa sampai mual dan muntah-muntah, guru-guru juga tidak sanggup mengajar di dalam kelas. Karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, saya langsung berkoordinasi dengan dinas untuk mengizinkan pembelajaran dialihkan secara daring," kata Agus kepada wartawan, Senin, 28 September 2026.
Mendapati kondisi yang makin memprihatinkan, pihak sekolah bersama jajaran guru mendatangi lokasi pabrik yang berada persis di sebelah bangunan kelas.
Di lokasi, ditemukan air limbah cair pengolahan ayam meluap dan mengalir ke saluran got umum.
Luapan limbah tersebut dipicu oleh penyumbatan pada saluran sanitasi pabrik akibat endapan lemak dan kotoran.
Selain itu, terungkap adanya pelanggaran prosedur operasional oleh pekerja pabrik.
"Fasilitas di sini seharusnya hanya untuk pengemasan ayam, bukan tempat pencucian. Tapi ternyata pekerja melakukan pencucian di lokasi ini sehingga limbah cairnya menyumbat dan meluap," ujar Agus.
Agus menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah mencoba menghubungi perwakilan pabrik melalui pesan singkat WhatsApp sejak hari pertama bau muncul.
Namun, pesan tersebut tidak kunjung dibalas lantaran karyawan pabrik mengganti nomor telepon tanpa memberitahukan pihak sekolah.
Sebelum insiden bau limbah ini, pihak sekolah juga sempat melayangkan komplain terkait kebisingan mesin serta pembakaran sampah berasap hitam yang masuk ke area kelas saat jam pelajaran berlangsung.
Agus menyebut, pemilik PT JPN, Atta bersama istrinya Anisa, langsung menemui pihak sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi kejadian tersebut.
Pihak manajemen mengakui adanya kelalaian pekerja yang melakukan kegiatan pencucian ayam di lokasi pengemasan.
Sebagai bentuk penanganan darurat, armada truk sedot limbah dikerahkan ke lokasi untuk menguras seluruh cairan limbah dari saluran penampungan.
Petugas juga menyemprotkan cairan penghilang bau guna menetralkan aroma menyengat di sekitar area sekolah.
Pihak pemilik berjanji akan menghentikan seluruh aktivitas pencucian di lokasi tersebut dan memindahkan proses pencucian ke fasilitas lain.
Sementara, usai menerima wadulan soal aroma bau busuk yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Jombang, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang dan Dinas Pendidikan Jombang (Disdikbud) Jombang melakukan sidak di lokasi pabrik PT JPN.
Di lokasi sidak pihak terkait dijumpai langsung oleh pemilik yakni Atta dan Anisa.
Sampai berita ini ditayangkan pemilik usaha belum memberikan keterangan resmi dan tidak bersedia untuk di dokumentasikan kegiatan sidak tersebut. (*/red)

Posting Komentar