Slogan pemberdayaan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES) Di Desa Gejugjati , Kecamatan Lekok , Kabupaten Pasuruan - Jawa Timur kini tercoreng Hebat. Alih - Alih menjadi motor penggerak kesejahteraan warga , Kawasan yang di kelola BUMDes tersebut justru di duga kuat telah beralih fungsi menjadi sarang peredaran minuman keras jenis arak , perjudian jenis cap djikie (bola setan) hingga indikasi praktik prostitusi terselubung.Rabu 7 Januari 2026

Berdasarkan informasi yang di himpun muncul dugaan kuat adanya praktik perjualan minuman keras
dan aktivitas perjudian di area yang seharusnya menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif desa warga setempat menyatakan keresahan mereka terhadap kondisi ini.

Dari keterangan warga , jurnalis media ini mulai investigasi dan mengorek keterangan beberapa nara sumber sebut saja Mr xx

“Kami mendengar banyak laporan dan melihat sendiri adanya transaksi minuman keras serta kerumunan yang diduga kuat sedang berjudi di area tersebut. Ini sangat mengganggu ketenangan dan citra desa kami,” ujar Mr xx bisa di katakan sebagai warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan pengelolaan BUMDes oleh pihak terkait. Diharapkan ada langkah konkret dari pemerintah desa maupun aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan ini.

Apa tugas dan fungsi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pengawasan pembangunan desa 
harus mendesak agar pihak berwenang segera melakukan investigasi menyeluruh.

Aparat Penegak Hukum (APH), dan pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam.Perlu ada pemeriksaan mendalam terhadap pengelolaan BUMDes ini agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum dan norma sosial,” tegas  "Mr xx" 

Jurnalis media ini berusaha mencari yang harus di konfirmasi namun saat di lokasi hanya bertemu bendahara desa gejogjati " Monggo jika ingin menanyakan semuanya ke pak kades saja , karena semua pak kades yang mengerjakan , dan untuk ketua BUMDES itu anak dari pak kades , yaitu bernama adi" ungkapnya 

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola BUMDes maupun pemerintah desa terkait dugaan tersebut.

Berita ini bersambung dan akan terus running hingga ada tindakan tegas dan penutupan secara permanen.

Kontributor (Nawang)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama