Pasutri di Nganjuk meninggal terjebak kebakaran. 


NGANJUK, PojokPerkoro.Com – Kebakaran maut menewaskan dua warga di Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 15.31 WIB.


Korban insiden maut ini merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yang terjebak di dalam kamar rumah mereka yang terkunci saat api berkobar.


Pasutri yang menjadi korban meninggal dunia diketahui bernama Ririn Nur Faridah (39) dan Agus Winariyanto (41).


Ririn merupakan Ketua RT 5 RW 2 Dusun Manggarejo, Desa Manco, yang sehari-hari juga mengelola usaha toko kelontong yang menyatu dengan bangunan rumah.


Sementara suaminya, Agus, berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD).


Saat kejadian, kondisi rumah dalam kondisi terkunci rapat, baik pintu utama maupun kamar tempat korban berada.


Sementara dua anak korban diketahui sedang berada di rumah saudaranya. Sedangkan ayah Ririn, Lasto, tengah bekerja.


Lasto mengatakan, dirinya baru mengetahui peristiwa kebakaran tersebut saat sedang bekerja.


“Saya tidak tahu kejadian persisnya karena saya kerja. Tahu-tahu dihubungi oleh tetangga kalau rumah saya kebakaran, gitu,” kata Lasto kepada wartawan, Sabtu, 17 Januari 2026.


Lasto membenarkan bahwa dua korban meninggal dunia merupakan anak dan menantunya. Anak kandungnya yakni Ririn dan menantunya Agus.


Selama ini, kata Lasto, ada lima orang yang tinggal di rumah tersebut, termasuk dirinya. Namun saat kejadian, hanya dua korban yang berada di dalam rumah.


“Yang tiga lainnya, yaitu saya, cucu saya dua,” ujarnya.


Dia mengatakan, terakhir kali bertemu kedua korban adalah pada pagi hari sebelum kejadian. 


“Pagi tadi ya ketemu. Ya biasa,” ujarnya. 


Sementara itu, saksi mata sekaligus tetangga korban, Khusnan mengatakan, api pertama kali terlihat berasal dari kamar rumah korban.


“Saya lihat ada api, terus saya lari naik sepeda motor, ternyata rumahnya Pak Lasto kebakaran,” ujar Khusnan.


Khusnan juga mengaku sempat mendengar suara minta tolong sebelum terjadi ledakan.


“Memang sempat ada suara minta tolong dulu, terus ledakan,” ujarnya.


Menurut Khusnan, semua pintu rumah korban dalam kondisi terkunci saat kebakaran terjadi. Warga kemudian berupaya menolong dengan memecahkan kaca jendela rumah.


“Kaca jendela itu dihantam sama galon sama elpiji,” ujarnya.


Saat korban ditemukan, keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dalam kondisi terlentang di dalam kamar.


Khusnan memastikan bahwa  tidak ada bahan peledak maupun elpiji di dalam kamar korban.


“Memang dampak kebakaran yang parah itu di kamarnya,” kata Khusnan.


Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama